Posted by: raragita on: July 5, 2010
I’m Waiting
I’m waiting on you lord
i am hopeful
i’m waiting on you lord
The wait is painful
but patiently i will wait
I will move ahead bold and confident
taking every step in obedience
While I’m waiting (I will serve you)
while i’m waiting (i will worship)
while i’m waiting (i will not fade)
I’ll be running the race
even while i wait
I’m waiting
i’m waiting on you lord
i am peaceful
i’m waiting on you lord
though its not easy, (no)
but faithfully I will wait
yes I will wait
I will move ahead bold and confident
taking every step in obedience
while i’m waiting i will serve you
while i’m waiting i will worship
while i’m waiting i will not fade
ill be running the race
even while I wa-a-ait
I will move ahead bold and confident
i’ll be taking every step in obedience (Yeah)
while i’m waiting i will serve you
while i’m waiting i will worship
while i’m waiting i will not fade
and i will serve you while i’m waiting
I will worship while i’m waiting
I will serve you while i’m waiting
i will worship while i’m waiting
I will serve you while I’m waiting
I will worship while i’m waiting on you Lord
Posted by: raragita on: December 8, 2009
Kebahagiaan bukan ditentukan oleh situasi hidup kita, melainkan lebih kepada sikap kita terhadap kehidupan, cara pandang kita dalam menghadapi kehidupan. Jika demikian kebahagiaan bukanlah merupakan akibat tetapi lebih merupakan sikap proaktif kita dalam mengahadapi situasi.
Jika demikian, mengapa masih ada orang-orang yang tidak bahagia dalam dunia ini? Jawabannya adalah karena mereka memilih untuk tidak bahagia. Lebih tepatnya adalah karena mereka tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah pilihan , dan akibat ketidaktahuan mereka, mereka terpaksa dipilihkan.
Bahagia tidak sama dengan kaya, tidak sama dengan pintar, tidak sama dengan dapat nilai baik, tidak sama dengan makan kenyang dan lain sebagainya. Banyak orang kaya yang tidak bahagia di dunia ini dan sebaliknya banyak orang yang hidupnya serba pas-pasan tapi justru bahagia.
Berikut ini sebuah ilustrasi yang berkaitan tentang kebahagiaan adalah pilihan atau dipilihkan adalah:
Alkisah di sebuah negeri hiduplah seorang raja yang sangat kaya raya. Suatu ketika sang raja jatuh sakit. Kemudian dipanggillah semua tabib, dokter dan ahli obat dari seluruh penjuru dunia untuk mengobati penyakit sang raja. Tak satu pun dari mereka mampu mengobati sang raja.
Kemudian muncul ide dari salah satu tabib tersebut, ide tersebut adalah mencari seorang manusia yang bahagia untuk kemudian diambil pakaian yang dikenakannya. Alhasil jika baginda raja mengenakan pakaian itu, kebahagiaan orang tersebut akan turut dirasakan oleh sang raja kemudian kondisi raja akan membaik.
Seluruh pasukan, menteri dan pejabat istana dikerahkan untuk mecari ‘orang yang berbahagia’ tersebut. Pencarian dimulai dari kalangan bangsawan, saudagar hingga rakyat jelata. Namun tak membuahkan hasil. Tidak ada satupun yang memiliki kebahagiaan sejati, setiap mereka memiliki masalah sendiri-sendiri.
Akhirnya ketika salah seorang pejabat raja secara tidak sengaja melalui sebuah rumah rakyat jelata, dia mendengar seseorang berkata , ‘hari ini kebahagiaanku sangat sempurna, aku bisa bekerja dan aku bisa makan malam ini, setelah ini aku akan pergi tidur, kebahagiaanku lengkaplah sudah’. Sang pejabat merasa ini adalah ‘orang yang berbahagia’ yang mereka cari tersebut. Masuklah pejabat tersebut ke dalam rumah rakyat jelata tersebut untuk membeli baju yang tengah dikenakannya. Ternyata ‘orang yang berbahagia’ itu adalah orang yang sangat miskin, sehingga dia hanya memiliki satu baju saja untuk dikenakan.”
Terkadang kita lupa untuk bersyukur. Padahal rasa syukur merupakan dasar dari kebahagiaan. Jadi bagi anda yang mebaca blogs ini, jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang ada pada diri Anda.
Posted by: raragita on: December 7, 2009
Pengen nulis aja… kalo ada alien kesasar di bumi…ceritanya nih mau nyari planet baru buat kehidupan bangsanya…waks…pasti mereka pada shock…bumi mungkin masih bisa ditinggali, tapi kemungkinannya cuman tinggal beberapa tahun lagi. Kalo perkiraan suku maya benar berarti tinggal 3 tahun lagi…Mereka pasti pada tercekik dengan udaranya yang penuh polusi, terus mereka pada kanker kulit kena radiasi metahari, pas mereka mau minum, keracunan ma limbah pabrik, bahkan mau makan pun nggak tega karena sekarang banyak makanan mengandung formalin dan sebagainya, belum lagi manusianya udah seabrek-abrek sampai mereka nggak bisa nemuin tempat buat mendarat tanpa ketahuan. Kayaknya mereka buru-buru kabur dari bumi ini. Bumi udah terlalu teriritasi.
Ketika cinta sampai di hati…kira-kira kondisinya mirip nggak ya? Tergantung sih hatinya siapa….tapi kebayang nggak sih kalo cinta mendarat di hatimu mungkin. Lalu dia menemukan udara di hatimu teriritasi dengan materialisme, air di hatimu tercemari dengan individualisme, dan ternyata keseluruhan hatimu penuh dengan perasaan-perasaan yang membuatnya tak nyaman. Kabur deh cinta.
Mungkin polusi ada sisi positifnya sih…meminimalkan serangan luar angkasa yang ingin merebut bumi kita, meskipun demikian kita tak bisa membiarkan polusi terus-terusan, lama-lama kita mau hidup di mana? Terlebih lagi polusi di hati kita…jika setiap hati kita udah terpolusi, lalu di mana cinta bisa tinggal?
Posted by: raragita on: December 3, 2009
Benernya judul yang ingin kutulis adalah “Ketika jatuh cinta”, tapi lucu juga kalau judulnya diganti “Ketika cinta jatuh”…
Ketika cinta jatuh. Aku berkali-kali naksir pria, berkali-kali suka pria, berkali-kali jatuh cinta…aku menemukan jatuh cinta itu indah. Terutama saat-saat pertama kali kita jatuh hati kepada seseorang.
Moment-moment jatuh cinta membuat kita lupa pada banyak hal. Kita sering dimabukkan oleh perasaan jatuh cinta. Kita dimabukkan oleh moment saat kita melayang jatuh. Padahal di saat jatuh ada begitu banyak hal menanti kita dan tidak semuanya indah. Kita harus menghadapi kenyataan, belajar menyesuaikan diri dan belajar mempertahankan cinta.
Kadang pun ketika kita sudah memiliki pasangan, memiliki seseorang yang spesial dalam hidup kita, kita tetap menyukai sensasi “jatuh cinta”. Kita sering lupa pada cinta yang sudah kita dan pasangan kita bangun ketika tanpa sengaja kita mengalami sekali lagi jatuh cinta pada orang lain yang baru saja hadir dalam hidup kita. Dan seringkali kita membuang cinta yang sudah kita bangun demi sensasi jatuh cinta.
Bukan berarti saya membenci moment jatuh cinta. Saya pun menyukai sensasi jatuh cinta. dan jika boleh saya ingin selalu melayang dalam sensasiĀ jatuh cinta tanpa pernah menginjak bumi. Yang ingin saya katakan adalah biarkan cinta diuji dengan waktu. Biarkan waktu yang membuat cinta benar-benar matang dan bukan sekedar sensasi jatuh cinta.
Jatuh cinta…indah pada awalnya. Tapi sesungguhnya merupakan tantangan untuk membuat cinta yang kita miliki tetap seindah moment jatuh cinta. Merupakan tantangan untuk kita setiap hari jatuh cinta pada orang yang sama, yang merupakan pasangan kita.
If love will fall, I’ll choose to falling in love with same men every day…
Posted by: raragita on: December 1, 2009
Malam ini aku memandang bintang di langit. Menyadari betapa luasnya langit hitam di atas sana. Menemukan ada jutaan bintang di langit sana…kemudian kubayangkan jika satu bintang mewakili satu mimpi, berapa banyakkah mimpi yang tergantung di sana. Atau akankah suatu hari nanti langit tak lagi berbintang.
Hidup semakin sulit. Realita seringkali menghimpit kita… Mimpi semakin sulit diraih. Dan kita semakin takut untuk bermimpi. Hidup memang bukan hanya bermimpi, tapi hidup diawali dari mimpi. Jika bintang di langit mewakili setiap mimpi kita, akankah kita biarkan sinarnya padam?
Posted by: raragita on: October 10, 2008
Sebuah Sayap malaikat. Ketika kecil saya pernah membaca sebuah kalimat seperti ini, “Masing-masing kita adalah malaikat bersayap satu, kita harus saling berpelukan untuk dapat terbang”. Saya tersenyum saat membacanya, so sweet. Malaikat bersayap satu, berarti kita harus menemukan seseorang yang lain, malaikat bersayap satu lainnya, untuk dapat terbang melihat dunia yang indah ini. Berarti kebahagiaan saya, apakah saya dapat terbang, bernyanyi bersama bintang-bintang, menyentuh pelangi, bermandikan sinar mentari, bermain di atas awan dan menikmati hidup ini, hanya bisa saya raih jika saya bersama orang lain?
Pertanyaan dan pernyataan itu memaknai hidup saya bertahun-tahun. Saya kira saya hanya akan bahagia jika bersama seseorang, dalam suatu kondisi dan sejenisnya. Ternyata tidak. Bertahun-tahun kemudian, sebenarnya belum lama ini, saya menyadari kita semua adalah malaikat yang memiliki sepasang sayap. Sayap yang indah, yang mampu membawa kita terbang ke angkasa. Hanya terkadang kita tak menyadari bahwa kita memiliki sayap tersebut.
Seseorang yang saya kagumi menceritakan kepada saya ilustrasi tentang ‘Elang Emas’, cerita tentang sebuah telur elang yang terjatuh dari sarangnya dan ditemukan oleh seorang petani. Oleh sang petani telur diletakkan di kandang ayam bersama telur-telur ayam yang kemudian dierami oleh induk ayam. Waktu berlalu dan telur ini pun menetas. Si anak elang dibesarkan bersama anak-anak ayam, dan dia berpikir dia adalah ayam. Hingga suatu waktu dia melihat seekor burung elang terbang dengan gagahnya membelah angkasa, dan dia merasa iri dengan burung elang tersebut.
“Mungkinkah aku terbang ke angkasa seperti burung elang itu?”, katanya kepada saudara ayamnya.
“Lupakan saja niatmu. Asal kamu tahu saja, burung itu adalah burung elang, salah satu raja dari pada para unggas, dan kamu adalah ayam, tempatnya di angkasa luas, dan tempatmu di sini”, jawab saudara ayamnya.
Elang yang dibesarkan bersama ayam menatap burung elang yang terbang di angkasa dengan pandangan kagum dan iri.
Kemudian waktu berlalu, dan seumur hidupnya burung elang ini mengira dirinya adalah ayam dan dia mati sebagai ayam, tanpa pernah menyadari dirinya adalah elang.
Kita semua adalah elang, kita diciptakan untuk terbang ke angkasa, untuk menikmati kehidupan dan untuk berbahagia. Jangan biarkan diri kita mati sebagai ayam ataupun sebagai malaikat bersayap satu. Kita diciptakan untuk berbahagia, untuk bersinar dan untuk berhasil. Kebahagiaan dan keberhasilan kita ditentukan oleh usaha kita, maukah kita melatih sayap-sayap kita untuk terbang.
Kita diberi 3 pilihan dalam kehidupan ini:
Pilihan kita itulah hidup kita. Melatih sayap-sayap kita mungkin berat, mungkin menyakitkan, mungkin kita harus jatuh berkali-kali, mungkin sayap kita patah atau terluka. Tapi ingatlah, teruslah mencoba, karena jika kita gagal 99x untuk terbang, mungkin pada percobaan yang ke 100 kita berhasil.
Posted by: raragita on: August 22, 2008
Seumpama sebuah lilin kecil dengan nyala apinya
Seumpama tetes-tetes air dengan kesejukannya
Seumpama sepoi angin dengan kelembutannya
………………………………………………………………..
Sebuah kehidupan…apakah yang bisa kita lakukan dengan kehidupan yang kita miliki? Ada begitu banyak hal yang bisa kita kerjakan di dalam hidup ini. Ada begitu banyak pilihan untuk kita ambil. Dan ada begitu banyak hal yang bisa terjadi dalam kehidupan.
Posted by: raragita on: August 13, 2008
Apakah perbedaan dari kedua kalimat ini?
“Aku jatuh dan aku menumpahkan setengah dari minyak yang kubawa” dengan ” Aku terjatuh dan minyak yang kubawa tumpah, tapi aku berhasil menyelamatkan setengahnya”
Kalimat yang berbeda lahir dari cara berpikir yang berbeda. Kedua kalimat ini sama-sama menunjukkan ‘terjatuh’ dan ‘menumpahkan minyak’, namun ada suatu perbedaan besar di situ. Kalimat pertama terfokus pada ‘minyak yang tumpah’, dan kalimat kedua terfokus pada ‘minyak yang tersisa’.
Jika dikaitkan dengan kehidupan, kalimat pertama bisa diartikan sebagai “Hidupku sudah hancur, aku terjatuh dan aku sudah berbuat dosa”, kalimat kedua bisa diartikan sebagai “Hidupku sudah hancur, aku terjatuh dan aku sudah berbuat dosa, tapi hidupku masih panjang dan masih banyak hal yang bisa kulakukan dalam sisa hidupku”. Bukan terfokus pada “hidup yang sudah hancur”, bukan juga pada “dosa yang sudah diperbuat”, tapi lebih kepada “kehidupan, dan apa yang bisa diperbuat di dalam hidup ini “. Seperti kata pepatah “Anjing yang masih hidup jauh lebih baik daripada singa yang sudah mati”, selama masih punya hidup, masih banyak yang bisa dilakukan.
Minyak yang sudah tumpah, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikannya, kita juga nggak bisa melakukan apapun untuk mengembalikan hidup kita yang sudah hancur, oleh kita sendiri ataupun oleh orang lain, tapi masih ada yang bisa dilakukan dengan minyak yang tersisa, masih banyak yang bisa kita lakukan dengan sisa hidup kita. Kita bisa menggunakannya dengan baik, atau kita mau menyia-nyiakannya itu adalah pilihan kita.
Jadi pilihlah dengan bijak apa yang akan kita lakukan untuk mengisi hidup kita, karena hidup kita itu indah dan berharga.
Posted by: raragita on: August 7, 2008
Apa yang kau lakukan dengan kaos mantan pacarmu?
a. menggunakannya untuk menghapus air matamu saat kau menangisi perpisahanmu dengannya
b. menjadikannya sebagai kain lap atau, lebih buruk, kain pel
c. mencuci bersih dan mengembalikannya pada mantan pacarmu dalam kondisi rapi
d. dimasukkan hati-hati kedalam kotak kenangan dan menyimpannya jauh2 supaya tak terlihat lagi
Jawabanku nggak empat2nya deh, alias cuek aja, pakai terus aja. Udah hak milik sih. Hahahahaha. Tapi tergantung merk & harga kaosnya sih.
Seringkali ngelihat berita di TV, ngedenger sepintas obrolan-obrolan seputar kisah-kisah tragis di dunia ini, aku menyadari sesuatu. Betapa mengerikannya orang sedang jatuh cinta ya. Ternyata orang yang sedang jatuh cinta sama mengerikannya dengan teroris. Dan sesungguhnya betapa banyak orang yang terkena jatuh pada ‘cinta yang bukan cinta’.
Cinta itu sebenarnya apa sih? Kenapa orang bisa berbuat ini, berbuat itu demi suatu hal yang dinamakan cinta? Kenapa orang begitu ingin akan cinta dan begitu takut kehilangan cinta?
Cinta adalah…hal terindah, termanis, termengagumkan dalam hidup ini, tapi sekaligus termenyakitkan, terpahit, teregois juga. Karena cinta nggak pernah bisa diatur. Cinta datang dan pergi semaunya. Dia punya kunci untuk memasuki semua pintu hati. Dan segigih apapun pertahananmu, cinta akan masuk di saat dia ingin masuk. Ketika cinta masuk dalam hati, dia akan berbuat sesuka hatinya, dia akan menusuk-nusuk hati, dia akan menyebarkan harumnya, dia akan tinggal selama dia ingin dan akan pergi di saat dia hendak pergi. Tak satu pun mampu mengatur cinta.
Baru-baru ini, tepatnya 2 tahun yang lalu aku menyadari 3 kebutuhan mendasar manusia
1. dikasihi dan mengasihi
2. dihargai dan menghargai
3. dimiliki dan memiliki
Kenapa ‘di’ dan bukan ‘me’ terlebih dahulu. Sebab manusia adalah mahluk bodoh. Yang seringkali nggak bisa ngapa-ngapain kalau bukan karena pernah melihat, mengalami, merasakan, mendengar atau minimal membayangkan.
Jadi karena itu manusia butuh cinta, dan cinta bukan hal yang salah. Terus kenapa cinta tidak menjadi indah? Itu lagi-lagi karena manusia. Manusia sudah kehilangan bentuk cinta yang awal, yang murni, manusia sudah kehilangan cinta yang asli dari sumbernya, yang adalah Pencipta manusia. Manusia berusaha mereka-reka cinta dengan bayangan imitasi mereka tentang cinta. So? Liat aja deh dunia ini.
Jadi sekarang kita balik yok rame-rame ke sumber cinta yang asli, mata air cinta yang nggak pernah kering, Pencipta kita.
Posted by: raragita on: July 20, 2008
So Sweet banget loh, berkali-kali aku baca Meteor Garden dan nggak pernah bosan rasanya. Saat-saat sedih, terutama yang berhubungan dengan pacar / cowok / sahabat, biasanya aku membaca ulang komik yang satu ini. Sayangnya nyari-nyari di TB, nggak banyak yang masih punya. Semuanya bilang buku ini ga begitu laku karena remaja-remaja lebih suka nonton filmnya. Waah, sayang banget tuh, padahal komiknya begitu dalam dan penuh makna lho.
Belajar dari Meteor Garden, dan melihat empat karakter yang begitu kuat di dalamnya.
Domyoji, alias Tsukasa Domyoji
Karakter yang begitu kuat dan tegas. Dunianya hanya hitam dan putih. Semuanya begitu jelas dan tegas. Nggak pernah ada keraguan, punya kepercayaan diri penuh menggapai semua yang dia maui. Kadang kekanakkan, egois, keras kepala, namun itulah kelabihannya. Dia percaya dia bisa memiliki semua yang dia maui, dan akan melakukan berbagai macam cara untuk menggapainya. Tidak pernah menyerah.
Tsukushi, alias Tsukushi Makino
Juga merupakan karakter yang kuat. Rumput Ilalang, alias sering terinjak-injak. Tapi diinjak-injak sekalipun, dunia ini tidak pernah kekurangan tanaman yang bernama rumput ilalang. Mau dicabut seperti apapun, dia akan tumbuh lagi. Karakter yang tegas. Dunianya penuh perjuangan, kuat, nggak pernah menyerah. Karakter yang mampu diseimbangkan dengan Domyoji. Tapi seperti halnya wanita, dia pun lemah oleh cinta. Cinta pada keluarganya, pada sahabat-sahabatnya. Seringkali cintanya pada hal-hal di sekitarnya membuatnya lupa pada dirinya sendiri.
Sojiro, alias Sojiro Nishikado
Playboy yang menyebut dirinya orang baik tapi bukan pria baik. Orang baik adalah orang yang mau membantu orang lain, pria baik adalah pria yang bisa membahagiakan orang yang dia cintai. Sojiro Nishikado adalah seorang pria yang sangat menyukai hubungan ‘one night stand’. Dia tidak menyukai keribetan dan kerumitan dalam sebuah hubungan cinta. Baginya asal saat ini senang, cukuplah sudah. Mesikpun demikian dia adalah orang yang berjuang untuk kebahagiaan orang-orang yang berharga baginya.
Rui, alias Rui Hanazawa
Melankolis sejati kalau boleh dibilang. Dunianya hanya dirinya. Apapun yang dilakukan orang lain ataupun yang terjadi pada orang lain bukan sesuatu yang akan dia pikirkan. Tanpa Ekspresi. Hanya satu orang yang bisa membuatnya marah dan tertawa lepas, Makino. Hanya satu orang ini pulalah yang dia pedulikan. Keberadaannya membuat orang lain di sekitarnya tenang dan berpikir bahwa apapun yang terjadi semuanya akan baik-baik saja. Seseorang yang pengalah.
Akira, alias Akira Mimasaka
Kalau digambarkan seperti rembulan. Sinarnya menentramkan. Dewasa dan kadang sok tahu. Seseorang yang menyenangkan untuk dimintai nasehat. Karakternya tidak sekuat 4 orang di atas, namun keberadaannya penting, karena tanpa Mimasaka, tidak ada yang menenangkan Sojiro dan Domyoji saat mereka berantem.
Jadi buat kalian-kalian yang pada belum baca komiknya, cari deh, terus baca. Karena komik ini bener-bener so sweet dan banyak sekali memberiku semangat di saat susah dan senang