Raragita’s Weblog

Bahagia….pilihan atau dipilihkan?

Posted by: raragita on: December 8, 2009

Kebahagiaan bukan ditentukan oleh situasi hidup kita, melainkan lebih kepada sikap kita terhadap kehidupan, cara pandang kita dalam menghadapi kehidupan. Jika demikian kebahagiaan bukanlah merupakan akibat tetapi lebih merupakan sikap proaktif kita dalam mengahadapi situasi.

Jika demikian, mengapa masih ada orang-orang yang tidak bahagia dalam dunia ini? Jawabannya adalah karena mereka memilih untuk tidak bahagia. Lebih tepatnya adalah karena mereka tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah pilihan , dan akibat ketidaktahuan mereka, mereka terpaksa dipilihkan.

Bahagia tidak sama dengan kaya, tidak sama dengan pintar, tidak sama dengan dapat nilai baik, tidak sama dengan makan kenyang dan lain sebagainya. Banyak orang kaya yang tidak bahagia di dunia ini dan sebaliknya banyak orang yang hidupnya serba pas-pasan tapi justru bahagia.

Berikut ini sebuah ilustrasi yang berkaitan tentang kebahagiaan adalah pilihan atau dipilihkan adalah:

Alkisah di sebuah negeri hiduplah seorang raja yang sangat kaya raya. Suatu ketika sang raja jatuh sakit. Kemudian dipanggillah semua tabib, dokter dan ahli obat dari seluruh penjuru dunia untuk mengobati penyakit sang raja. Tak satu pun dari mereka mampu mengobati sang raja.

Kemudian muncul ide dari salah satu tabib tersebut, ide tersebut adalah mencari seorang manusia yang bahagia untuk kemudian diambil pakaian yang dikenakannya. Alhasil jika baginda raja mengenakan pakaian itu, kebahagiaan orang tersebut akan turut dirasakan oleh sang raja kemudian kondisi raja akan membaik.

Seluruh pasukan, menteri dan pejabat istana dikerahkan untuk mecari ‘orang yang berbahagia’ tersebut. Pencarian dimulai dari kalangan bangsawan, saudagar hingga rakyat jelata. Namun tak membuahkan hasil. Tidak ada satupun yang memiliki kebahagiaan sejati, setiap mereka memiliki masalah sendiri-sendiri.

Akhirnya ketika salah seorang pejabat raja secara tidak sengaja melalui sebuah rumah rakyat jelata, dia mendengar seseorang berkata , ‘hari ini kebahagiaanku sangat sempurna, aku bisa bekerja dan aku bisa makan malam ini, setelah ini aku akan pergi tidur, kebahagiaanku lengkaplah sudah’. Sang pejabat merasa ini adalah ‘orang yang berbahagia’ yang mereka cari tersebut. Masuklah pejabat tersebut ke dalam rumah rakyat jelata tersebut untuk membeli baju yang tengah dikenakannya. Ternyata ‘orang yang berbahagia’ itu adalah orang yang sangat miskin, sehingga dia hanya memiliki satu baju saja untuk dikenakan.”

Terkadang kita lupa untuk bersyukur. Padahal rasa syukur merupakan dasar dari kebahagiaan. Jadi bagi anda yang mebaca blogs ini, jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang ada pada diri Anda.

Advertisement

1 Response to "Bahagia….pilihan atau dipilihkan?"

Ha ha ha tapi yg brengsek itu bilang bisa bahagia tanpa kaya/tanpa banyak uang ternyata kalo tidak ada uang untuk beli ini itu protes dan memaksa ada uang untuk kebutuhannya,gak pas kan,katanya yg penting bahagia ,duit gak ada kelabakan maksa ada juga ha ha ha ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.